TUGAS SOFTSKILL ‘biodata pengajar bahasa inggris’
NAMA : GITA RACHMAWATI
NPM : 13210024
KELAS : 1EA14
BIODATA
My name is Yaumil Rizky. I used to be called kiki. I was born in Jakarta, 31 May 1983. Now I was twenty-eight years. I was married and had a child. I had attended at junior high school 252 Jakarta, senior high school 68 Jakarta, Indonesian University and now I work at a magazine company and English tutor at my home. I teach English language has been ever since eight years ago. My motivation in teaching is a pleasure in the knowledge I can give to others and because I also like English language. A lot of joy and sorrow that I get from teaching English. I feel sad when my students still do not understand the lessons that I give and I feel happy when the students I have taught to understand the lessons I give. But more happy and enjoy in the English language teaching of the sorrow and sad, because English language is fun and easy to learn.
Rabu, 13 April 2011
Sabtu, 05 Maret 2011
tulisan (tugas softskill)
NAMA : GITA RACHMAWATI
NPM : 13210024
KELAS : 1EA14
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill bahasa inggris 2.
Pada tulisan kali ini, saya akan membagi pengalaman saya saat SMA dalam mengerjakan tugas karya tulis. Penulisan karya tulis ini adalah salah satu syarat untuk kenaikan kelas. Pada penulisan karya tulis ini, saya akan membahas tentang para suporter sepak bola terhadap club sepak bola yang berjudul PENGARUH SUPORTER SEPAK BOLA TERHADAP PRESTASI CLUB PERSIJA JAKARTA. Saya mohon maaf bila dalam penulisan ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.
PENGARUH SUPORTER SEPAK BOLA TERHADAP PRESTASI CLUB PERSIJA JAKARTA
KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi syarat kenaikan kelas dari kelas XI ke kelas XII
SMA Negeri 30 Jakarta Tahun Pelajaran 2008-2009
Oleh :
Nama : Gita Rachmawati
NIS : 21111
Kelas : XI IPS 3
DINAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA
SMA NEGERI 30 JAKARTA
2009
HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis ini telah disahkan pada
Hari………………………tanggal………………..bulan………..…….tahun 2009
oleh :
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Drs. H. Suharto, M.Si.
NIP. 131476445
Pembimbing,
Dewan Adi Negara
NIP.
HALAMAN PENGUJIAN
Karya Tulis ini telah diuji pada
Hari………………………tanggal………………..bulan………..…….tahun 2009 oleh :
Oleh
Penguji,
___________________
NIP.
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………………...
HALAMAN PENGUJIAN………………………………………………...……………….
HALAMAN MOTTO………..……………………………………………………………..
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………...
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………….
1.1 LatarBelakang……………………………………….…………………………
1.2 Pembatasan Masalah………………….………………………………………
1.3 Perumusan Masalah…………………...…………………………………….....
1.4 Tujuan Penulisan………………………………………………………………
1.5 Manfaat Penulisan……………………………………………………………..
1.6 Metode Penulisan……………………………………………………………..
BAB II. KAJIAN TEORI………………………………………………………………….
2.1 Pembahasan PERSIJA Jakarta…………………………………………………
2.2 Sejarah PERSIJA Jakarta………………………………………………………
2.3 Pembahasan Jakmania…………………………………………………………
2.4 Sejarah Jakmania……………………………………………………………….
2.5 Penagruh Jakmania Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta…………………...
BAB III. PEMBAHASAN ANGKET
3.1 Kumpulan Pertanyaan Angket
3.2 Kesimpulan Angket
BAB VI. PENUTUP………………………………………………………………………
6.1Kesimpulan……………………………………………………………………..
6.2 Saran……………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………
LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Suporter (pendukung) dalam dunia sepak bola merupakan salah satu bagian yang penting dalam mendukung prestasi club sepak bola tersebut. Saat ini sudah ada banyak club – club sepak bola yang berprestasi dengan para suporter nya masing – masing. Bahkan di seluruh Negara banyak para supporter club sepak bola yang membuat suatu nama atau perhimpunan para supoerter suatu club sepak bola. Di Indonesia saat ini juga sudah banyak para supporter sepak bola yang sangat antusias dan sangat bersemangat untuk mendukung club sepak bola yang mereka sukai. Banyak tim sepak bola yang bagus dan berprestasi dan semua itu tidak akan terwujud tanpa ada nya supporter yang mendukung tim sepak bola tersebut. Dalam masalah ini penulis akan membahas lebih khusus tentang para supporter sepak bola pada salah satu club di Jakarta yaitu club Persija Jakarta. Para supporter Persija Jakarta saat ini sudah menjadi supporter terbanyak dari supporter club – club sepak bola lainnya di Indonesia. Mereka rela untuk melakukan hal apa saja demi kesuksesan club yang mereka dukung. Bagi mereka Persija adalah hidup mereka yang harus di pejuangkan. Mereka rela mengorbankan waktu, materi, bahkan nyawa mereka sekalipun demi membela club Persija Jakarta. Bahkan para suppoerter sepak bola Persija Jakarta membuat slogan untu mereka yaitu “PERSIJA SAMPAI MATI” Hal itu membawa pengaruh yang besar bagi club Persija Jakarta. Karena masalah tersebut, penulis ingin menyusun karya tulis ini dengan judul “Pengaruh Suporter Sepak Bola Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta” agar dapat menambah pengetahuan mengenai pengaruh yang ada dalam kesuksesan club Persija Jakarta kepada pembaca.
1.2 Pembatasan Masalah
Ruang lingkup pembahasan pada karya tulis ini adalah tentang “Pengaruh Suporter Sepak Bola Terhadap Club Persija Jakarta”
1.3 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang batasan masalah di atas, rumusan permasalahan ini adalah sebagai berikut :
1. Apa saja hal – hal yang dilakukan oleh para supporter sepak bola persija Jakarta yntuk mendukung kesuksesan tim?
2. Apa dampak yang di timbulkan oleh para supporter sepak bola persija Jakarta?
3. Apa manfaat dari keberadaan para supporter sepak bola terhadap club Persija Jakarta?
1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum :
a. Memberikan informasi tentang pengaruh – pengaruh yang ada pada para supporter sepak bola club Persija Jakarta.
b. Memberikan informasi tentang hal - hal yang dilakukan oleh para supporter sepak bola demi mendukung club Persija Jakarta.
2. Tujuan Khusus :
a. Sebagai salah satu syarat kenaikan kelas XI ke kelas XII
1.5 Manfaat Penulisan
A. Memberi informasi kepada pembaca tentang club sepak bola Persija Jakarta
B. Memberi informasi tentang supporter (pendukung) club sepak bola Persija Jakarta
C. Memberi informasi kepada pembaca tentang keberadaan The Jakmania
D. Memberi informasi kepada para pembaca tentang hal – hal yang di lakukan para supporter Persija Jakarta demi mendukung kesuksesan club Persija Jakarta
1.6 Metode Penulisan
Metode penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
a. Dalam penulisan karya tulis ini metode yang di gunakan oleh penulis adalah metode obserfasi dan quisoner.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pembahasan Persija Jakarta
Persija adalah singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta, sebuah klub sepakbola profesional yang berbasis di ibu kota. Saat ini, tim berjuluk Macan Kemayoran merupakan salah satu kontestan Superliga 2008/09. Kompetisi kasta tertinggi di pentas sepakbola nasional yang baru pertama kali digulirkan musim ini. Didirikan pada tahun 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), tim ini adalah merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan persatuan sepakbola seluruh Indonesia (PSSI). Hal itu ditandai dengan keikutsertaan wakil VIJ Mr Soekardi, dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta pada Sabtu 19 April 1930. Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu. Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu, maka kondisi keuangan Persija menjadi tidak jelas. Hal itu setelah dana Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang selama ini menopang kehidupan tim, tak lagi bisa dinikmati. Akibatnya Persija mengalami krisis finansial yang hingga saat ini masih terus dialami tim yang memiliki pendukung fanatik yang cukup besar bernama Jak Mania.
2.2 Sejarah Persija Jakarta
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.
2.3 Pembahasan The Jakmania
The Jakmania adalah kelompok pendukung (supporter) kesebelasan sepak bola Persija yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
2.4 Sejarah The Jakmania
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
2.5 Pengaruh Jakmania Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta
The Jackmania adalah supporter sepak bola di Indonesia yang sangat fanatic terhadap tim Persija Jakarta. Komunitas mereka pun sangat banyak dan bukan hanya di daerah Jakarta Pusat saja. “ The Jack “ itu lah sebutan untuk anggota The Jackmania. The Jakmania adalah salah satu factor dari kesuksesan tim Persija Jakarta. Mereka rela untuk mengorbankan waktu,tenaga,moral,materi, dan bahkan nyawa mereka sendiri demi mendukung tim Persija Jakarta. Bagi mereka Persija adalah hidup mereka. “ Persija Sampai Mati “ itu lah semboyan bagi mereka. Mereka juga pernah meraih prestasi yang membanggakan untuk Persija Jakarta dan untuk The Jakmania. Pada tahun 2003 mereka mendapatkan prestasi sebagai Suporter favorit dalam Sepak Bola Award-ANTV dan pada tahun 2008 mereka mendapatkan prestasi sebagai Suporter Terbaik dalam Piala Indonesia
PEDOMAN ANGKET
Nama :
Pekerjaan :
1. Apa alasan anda menyukai club sepak bola Persija Jakarta?
2. Apa anda tergabung dalam komunitas The Jakmania?
3. Apa alasan anda menjadi anggota The Jakmania?
4. Bagaimana menurut anda tentang keberadaan The Jakmania?
5. Apa yang harus dilakukan para The Jakmania untuk mendukung Persija?
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH S.W.T karena atas berkat, rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ini. Adapun penulisan karya tulis ini di susun untuk memenuhi salah satu syarat kenaikan kelas XI ke kelas XII. Karya tulis ini berisi mengenai Pengaruh Suporter Sepak Bola Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. Suharto,M.Si selaku kepala sekolah SMA 30 yg telah memberikan kesempatan untuk penulisan karya tulis ini .
2. Bpk. Dewan Adi Negara selaku pembimbing materi dalam penyusunan karya tulis ini.
3. Serta segenap pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan, saran, dan masukan yang telah diberikan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.
Jakarta, Juni 2009
Penulis
HALAMAN MOTTO
“ Ingat lah perbuatan baik orang lain terhadap kita tetapi lupakan lah perbuatan baik kita terhadap orang lain “
-Gita Rachmawati-
DAFTAR PUSTAKA
http://www.persija.com
http://www.google.com
http://www.jakmania.com
LAMPIRAN
PSSI Persija Jakarta
Bab III
Pemahasan Angket
3.1 Kumpulan Pertanyaan Angket
Berdasarkan angket yang telah di sebarkan kepada 6 responden yang menjadi supporter sepak bola klub persija Jakarta, maka saya mendapatkan data-data sebagai berikut :
Pertanyaan 1.apa alasan anda menyukai klub sepak bola Persija Jakarta.
Pertanyaan 2. apa anda tergabung dalam komunitas The Jakmania
Pertanyaan 3.apa alasan anda menjadi anggota the jak mania
Pertanyaan 4. bagaimana menurut anda tentang keberadaan the jakmania
Pertanyaan 5. apa yang harus dilakukan para the Jak mania untuk mendukung
Persija.
I. Kesimpulan Angket
Dari semua Jawaban yang dijawab oleh responden, maka dapat disimpulkan bahwa :
Jawaban atas pertanyaan 1 adalah bahwa sebagai orang Jakarta mereka wajib mendukung tim sepak bola yang bersal dari Jakarta dan ingin berpartisipasi dalam rangka membangun persepakbolaan Indonesia khususnya di Jakarta.
Jawaban atas Pertanyaan 2 adalah rata-rata mereka tidak tergabung dalam komunitas the jak Mania, tetapi mereka mempunyai kesadaran untuk mendukung dengan sepenuh hati untuk kesuksesan tim persija Jakarta.
Jawaban atas pertanyaan 3 adalah rata-rata mereka tidak terdaftar dalam komunitas the jak Mania secara resmi dengan alasan mereka bukan tidak mendukung Persija tetapi hanya banyak kesibukan yang harus dilakukan, khususnya bagi para pelajar pendukung Persija.
Jawaaban atas pertanyaan 4 adalah bahwa the jak Mania sangat berperan penting bagi pemain Persija dalam memberikan dukungan selama dalam batas-batas yang telah ditentukan dan tidak melanggar norma yang berlaku.
Jawaban atas pertanyaan 5 adalah dengan medukung persija mereka bertekat untuk mendukung persija dengan loyalitas tanpa batas.
BAB IV
PENUTUP
4.1 kesimpulan
Setelah mengetahui latar belakang tentang persija dan suporternya “the jak mania” dan setelah mengetahui berbagai jawaban atas pendukung persija khususnya pelalajar,maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk Jakarta adalah pendukung persija, walaupun semuanyatidwak teremasuk anggota komunitas klub persija Jakarta.
4.2 saran
Untuk supporter the Jak mania, dengan melihat sering terjadinya kerusuhan antar supporter klub sepak bola maka diharapkan untuk pendukung persija khususnya the jak mania agar dapat menjaga nama baik persija Jakarta yang selama ini telah ditorehkan agar tidak mengikuti supporter lain yang sering membuatkeributan.
NPM : 13210024
KELAS : 1EA14
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill bahasa inggris 2.
Pada tulisan kali ini, saya akan membagi pengalaman saya saat SMA dalam mengerjakan tugas karya tulis. Penulisan karya tulis ini adalah salah satu syarat untuk kenaikan kelas. Pada penulisan karya tulis ini, saya akan membahas tentang para suporter sepak bola terhadap club sepak bola yang berjudul PENGARUH SUPORTER SEPAK BOLA TERHADAP PRESTASI CLUB PERSIJA JAKARTA. Saya mohon maaf bila dalam penulisan ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.
PENGARUH SUPORTER SEPAK BOLA TERHADAP PRESTASI CLUB PERSIJA JAKARTA
KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi syarat kenaikan kelas dari kelas XI ke kelas XII
SMA Negeri 30 Jakarta Tahun Pelajaran 2008-2009
Oleh :
Nama : Gita Rachmawati
NIS : 21111
Kelas : XI IPS 3
DINAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA
SMA NEGERI 30 JAKARTA
2009
HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis ini telah disahkan pada
Hari………………………tanggal………………..bulan………..…….tahun 2009
oleh :
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Drs. H. Suharto, M.Si.
NIP. 131476445
Pembimbing,
Dewan Adi Negara
NIP.
HALAMAN PENGUJIAN
Karya Tulis ini telah diuji pada
Hari………………………tanggal………………..bulan………..…….tahun 2009 oleh :
Oleh
Penguji,
___________________
NIP.
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………………...
HALAMAN PENGUJIAN………………………………………………...……………….
HALAMAN MOTTO………..……………………………………………………………..
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………...
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..
BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………………………….
1.1 LatarBelakang……………………………………….…………………………
1.2 Pembatasan Masalah………………….………………………………………
1.3 Perumusan Masalah…………………...…………………………………….....
1.4 Tujuan Penulisan………………………………………………………………
1.5 Manfaat Penulisan……………………………………………………………..
1.6 Metode Penulisan……………………………………………………………..
BAB II. KAJIAN TEORI………………………………………………………………….
2.1 Pembahasan PERSIJA Jakarta…………………………………………………
2.2 Sejarah PERSIJA Jakarta………………………………………………………
2.3 Pembahasan Jakmania…………………………………………………………
2.4 Sejarah Jakmania……………………………………………………………….
2.5 Penagruh Jakmania Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta…………………...
BAB III. PEMBAHASAN ANGKET
3.1 Kumpulan Pertanyaan Angket
3.2 Kesimpulan Angket
BAB VI. PENUTUP………………………………………………………………………
6.1Kesimpulan……………………………………………………………………..
6.2 Saran……………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………
LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Suporter (pendukung) dalam dunia sepak bola merupakan salah satu bagian yang penting dalam mendukung prestasi club sepak bola tersebut. Saat ini sudah ada banyak club – club sepak bola yang berprestasi dengan para suporter nya masing – masing. Bahkan di seluruh Negara banyak para supporter club sepak bola yang membuat suatu nama atau perhimpunan para supoerter suatu club sepak bola. Di Indonesia saat ini juga sudah banyak para supporter sepak bola yang sangat antusias dan sangat bersemangat untuk mendukung club sepak bola yang mereka sukai. Banyak tim sepak bola yang bagus dan berprestasi dan semua itu tidak akan terwujud tanpa ada nya supporter yang mendukung tim sepak bola tersebut. Dalam masalah ini penulis akan membahas lebih khusus tentang para supporter sepak bola pada salah satu club di Jakarta yaitu club Persija Jakarta. Para supporter Persija Jakarta saat ini sudah menjadi supporter terbanyak dari supporter club – club sepak bola lainnya di Indonesia. Mereka rela untuk melakukan hal apa saja demi kesuksesan club yang mereka dukung. Bagi mereka Persija adalah hidup mereka yang harus di pejuangkan. Mereka rela mengorbankan waktu, materi, bahkan nyawa mereka sekalipun demi membela club Persija Jakarta. Bahkan para suppoerter sepak bola Persija Jakarta membuat slogan untu mereka yaitu “PERSIJA SAMPAI MATI” Hal itu membawa pengaruh yang besar bagi club Persija Jakarta. Karena masalah tersebut, penulis ingin menyusun karya tulis ini dengan judul “Pengaruh Suporter Sepak Bola Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta” agar dapat menambah pengetahuan mengenai pengaruh yang ada dalam kesuksesan club Persija Jakarta kepada pembaca.
1.2 Pembatasan Masalah
Ruang lingkup pembahasan pada karya tulis ini adalah tentang “Pengaruh Suporter Sepak Bola Terhadap Club Persija Jakarta”
1.3 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang batasan masalah di atas, rumusan permasalahan ini adalah sebagai berikut :
1. Apa saja hal – hal yang dilakukan oleh para supporter sepak bola persija Jakarta yntuk mendukung kesuksesan tim?
2. Apa dampak yang di timbulkan oleh para supporter sepak bola persija Jakarta?
3. Apa manfaat dari keberadaan para supporter sepak bola terhadap club Persija Jakarta?
1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum :
a. Memberikan informasi tentang pengaruh – pengaruh yang ada pada para supporter sepak bola club Persija Jakarta.
b. Memberikan informasi tentang hal - hal yang dilakukan oleh para supporter sepak bola demi mendukung club Persija Jakarta.
2. Tujuan Khusus :
a. Sebagai salah satu syarat kenaikan kelas XI ke kelas XII
1.5 Manfaat Penulisan
A. Memberi informasi kepada pembaca tentang club sepak bola Persija Jakarta
B. Memberi informasi tentang supporter (pendukung) club sepak bola Persija Jakarta
C. Memberi informasi kepada pembaca tentang keberadaan The Jakmania
D. Memberi informasi kepada para pembaca tentang hal – hal yang di lakukan para supporter Persija Jakarta demi mendukung kesuksesan club Persija Jakarta
1.6 Metode Penulisan
Metode penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
a. Dalam penulisan karya tulis ini metode yang di gunakan oleh penulis adalah metode obserfasi dan quisoner.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pembahasan Persija Jakarta
Persija adalah singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta, sebuah klub sepakbola profesional yang berbasis di ibu kota. Saat ini, tim berjuluk Macan Kemayoran merupakan salah satu kontestan Superliga 2008/09. Kompetisi kasta tertinggi di pentas sepakbola nasional yang baru pertama kali digulirkan musim ini. Didirikan pada tahun 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), tim ini adalah merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan persatuan sepakbola seluruh Indonesia (PSSI). Hal itu ditandai dengan keikutsertaan wakil VIJ Mr Soekardi, dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta pada Sabtu 19 April 1930. Sempat menjadi jawara di era Perserikatan, klub ini semakin bersinar di era sepakbola profesional, setelah mendapat dukungan dan perhatian yang besar dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kala itu. Sayang seiring dengan lengsernya pria yang akrab di sapa Bang Yos itu, maka kondisi keuangan Persija menjadi tidak jelas. Hal itu setelah dana Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang selama ini menopang kehidupan tim, tak lagi bisa dinikmati. Akibatnya Persija mengalami krisis finansial yang hingga saat ini masih terus dialami tim yang memiliki pendukung fanatik yang cukup besar bernama Jak Mania.
2.2 Sejarah Persija Jakarta
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.
2.3 Pembahasan The Jakmania
The Jakmania adalah kelompok pendukung (supporter) kesebelasan sepak bola Persija yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan kumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
2.4 Sejarah The Jakmania
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manajer Persija waktu itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
2.5 Pengaruh Jakmania Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta
The Jackmania adalah supporter sepak bola di Indonesia yang sangat fanatic terhadap tim Persija Jakarta. Komunitas mereka pun sangat banyak dan bukan hanya di daerah Jakarta Pusat saja. “ The Jack “ itu lah sebutan untuk anggota The Jackmania. The Jakmania adalah salah satu factor dari kesuksesan tim Persija Jakarta. Mereka rela untuk mengorbankan waktu,tenaga,moral,materi, dan bahkan nyawa mereka sendiri demi mendukung tim Persija Jakarta. Bagi mereka Persija adalah hidup mereka. “ Persija Sampai Mati “ itu lah semboyan bagi mereka. Mereka juga pernah meraih prestasi yang membanggakan untuk Persija Jakarta dan untuk The Jakmania. Pada tahun 2003 mereka mendapatkan prestasi sebagai Suporter favorit dalam Sepak Bola Award-ANTV dan pada tahun 2008 mereka mendapatkan prestasi sebagai Suporter Terbaik dalam Piala Indonesia
PEDOMAN ANGKET
Nama :
Pekerjaan :
1. Apa alasan anda menyukai club sepak bola Persija Jakarta?
2. Apa anda tergabung dalam komunitas The Jakmania?
3. Apa alasan anda menjadi anggota The Jakmania?
4. Bagaimana menurut anda tentang keberadaan The Jakmania?
5. Apa yang harus dilakukan para The Jakmania untuk mendukung Persija?
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH S.W.T karena atas berkat, rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ini. Adapun penulisan karya tulis ini di susun untuk memenuhi salah satu syarat kenaikan kelas XI ke kelas XII. Karya tulis ini berisi mengenai Pengaruh Suporter Sepak Bola Terhadap Prestasi Club Persija Jakarta.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. Suharto,M.Si selaku kepala sekolah SMA 30 yg telah memberikan kesempatan untuk penulisan karya tulis ini .
2. Bpk. Dewan Adi Negara selaku pembimbing materi dalam penyusunan karya tulis ini.
3. Serta segenap pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan, saran, dan masukan yang telah diberikan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.
Jakarta, Juni 2009
Penulis
HALAMAN MOTTO
“ Ingat lah perbuatan baik orang lain terhadap kita tetapi lupakan lah perbuatan baik kita terhadap orang lain “
-Gita Rachmawati-
DAFTAR PUSTAKA
http://www.persija.com
http://www.google.com
http://www.jakmania.com
LAMPIRAN
PSSI Persija Jakarta
Bab III
Pemahasan Angket
3.1 Kumpulan Pertanyaan Angket
Berdasarkan angket yang telah di sebarkan kepada 6 responden yang menjadi supporter sepak bola klub persija Jakarta, maka saya mendapatkan data-data sebagai berikut :
Pertanyaan 1.apa alasan anda menyukai klub sepak bola Persija Jakarta.
Pertanyaan 2. apa anda tergabung dalam komunitas The Jakmania
Pertanyaan 3.apa alasan anda menjadi anggota the jak mania
Pertanyaan 4. bagaimana menurut anda tentang keberadaan the jakmania
Pertanyaan 5. apa yang harus dilakukan para the Jak mania untuk mendukung
Persija.
I. Kesimpulan Angket
Dari semua Jawaban yang dijawab oleh responden, maka dapat disimpulkan bahwa :
Jawaban atas pertanyaan 1 adalah bahwa sebagai orang Jakarta mereka wajib mendukung tim sepak bola yang bersal dari Jakarta dan ingin berpartisipasi dalam rangka membangun persepakbolaan Indonesia khususnya di Jakarta.
Jawaban atas Pertanyaan 2 adalah rata-rata mereka tidak tergabung dalam komunitas the jak Mania, tetapi mereka mempunyai kesadaran untuk mendukung dengan sepenuh hati untuk kesuksesan tim persija Jakarta.
Jawaban atas pertanyaan 3 adalah rata-rata mereka tidak terdaftar dalam komunitas the jak Mania secara resmi dengan alasan mereka bukan tidak mendukung Persija tetapi hanya banyak kesibukan yang harus dilakukan, khususnya bagi para pelajar pendukung Persija.
Jawaaban atas pertanyaan 4 adalah bahwa the jak Mania sangat berperan penting bagi pemain Persija dalam memberikan dukungan selama dalam batas-batas yang telah ditentukan dan tidak melanggar norma yang berlaku.
Jawaban atas pertanyaan 5 adalah dengan medukung persija mereka bertekat untuk mendukung persija dengan loyalitas tanpa batas.
BAB IV
PENUTUP
4.1 kesimpulan
Setelah mengetahui latar belakang tentang persija dan suporternya “the jak mania” dan setelah mengetahui berbagai jawaban atas pendukung persija khususnya pelalajar,maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk Jakarta adalah pendukung persija, walaupun semuanyatidwak teremasuk anggota komunitas klub persija Jakarta.
4.2 saran
Untuk supporter the Jak mania, dengan melihat sering terjadinya kerusuhan antar supporter klub sepak bola maka diharapkan untuk pendukung persija khususnya the jak mania agar dapat menjaga nama baik persija Jakarta yang selama ini telah ditorehkan agar tidak mengikuti supporter lain yang sering membuatkeributan.
Jumat, 04 Maret 2011
Tugas Adverbial Clauses
Nama : Gita Rachmawati
NPM : 13210024
Kelas : 1EA14
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill bahasa inggris yang berjudul 'Adverbial Clauses'.
Saya akan memberikan pengertian, penjelasan dan contoh dari adverbial clauses. Saya mengambil tulisan ini dari beberapa sumber dari internet. Menurut sumber yang saya kutip, inilah beberapa penjelasan serta contoh dari adverbial clauses. Apabila terjadi kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, saya mohon maaf. semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. terimakasih
ADVERBIAL CLAUSES
Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:
1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
* Shut the door before you go out.
* You may begin when(ever) you are ready.
* While he was walking home, he saw an accident.
* By the time I arrive, Alex will have left.
* No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
* They sat down wherever they could find empty seats
* The guard stood where he was positioned.
* Where there is a will, there is a way.
* Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
* Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
* As the time you were sleeping, we were working hard.
* Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
* Although it is late, we'll stay a little longer.
* He is very friendly, even if he is a clever student.
4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
* He did as I told him.
* You may finish it how you like.
* They may beat us again, like they did in 1978.
5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
* They went to the movie early (in order) to find the best seats.
* She bought a book so (that) she could learn English
* He is saving his money so that he may take a long vacation.
* I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
* Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
* It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
* The soup tastes so good that everyone will ask for more.
* The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
Contoh:
* The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
* I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
Contoh:
* He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
* The grass received so little water that it turned brown in the heat.
Contoh:
* It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
* It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.
Contoh:
* She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
* They are such beautiful pictures that everybody will want one.
* Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
* This is such difficult homework that I will never finish it.
Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:
1. Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
* Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
* Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
* Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)
2. Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, inasmuch as
Contoh:
* Because he was sleepy, he went to bed.
* Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
* As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
* Inasmuch as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.
3. Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
* Alex failed the test because he didn't study.
* Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
* Alex didn't study. Consequently, he failed the test.
Catatan:
Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:
1) Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b. MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.
2) Jika dalam Adverb Clause tidak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause itu menjadi bentuk -ing.
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : Before I left for work, I ate breakfast.
b. MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.
Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.
Contoh:
1. DAPAT DIRUBAH
* While I was sitting in class, I fell asleep MENJADI While sitting in class, I fell asleep.
* While Ann was sitting in class, she fell asleep MENJADI While sitting in class, Ann fell asleep.
* Since Mary came to this country, she has made many friends MENJADI Since coming to this country, Mary has made many friends.
2. TIDAK DAPAT DIRUBAH
* While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
* While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.
7. Clause of Condition
Clause yang menunjukkan adanya persyaratan antara dua kejadian (peristiwa) yang berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctions seperti if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), dll.
Contoh:
* If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
* She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
* Suppose (that) your house burns down, do you have enough insurance to cover such a loss.
* In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
* The company will agree to arbitration on condition (that) the strike is called off at once.
* We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.
Kinds of adverbial clauses
kind of clause
common conjunctions
function
example
time clauses
when, before, after, since, while, as, as long as, until,til, etc. (conjunctions that answer the question "when?"); hardly, scarcely, no sooner, etc.[1]
These clauses are used to say when something happens by referring to a period of time or to another event.
Her father died when she was young.
conditional clauses
if, unless
These clauses are used to talk about a possible situation and its consequences.
If they lose weight during an illness, they soon regain it afterwards.
purpose clauses
in order to, so that, in order that
These clauses are used to indicate the purpose of an action.
They had to take some of his land so that they could extend the churchyard.
reason clauses
because, since, as, given
These clauses are used to indicate the reason for something.
I couldn't feel anger against him because I liked him too much.
result clauses
so..that
These clauses are used to indicate the result of something.
My suitcase had become so damaged on the journey home that the lid would not stay closed.
concessive clauses
although, though, while
These clauses are used to make two statements, one of which contrasts with the other or makes it seem surprising.
I used to read a lot although I don't get much time for books now
place clauses
where, wherever, anywhere, everywhere, etc. (conjunctions that answer the question "where?")
These clauses are used to talk about the location or position of something.
He said he was happy where he was.
clauses of manner
as, like, the way
These clauses are used to talk about someone's behaviour or the way something is done.
I was never allowed to do things the way I wanted to do them.
clauses of exclamation
what a(an), how, such, so
Exclamations are used to express anger, fear, shock, surprise etc. They always take an exclamation mark (!).
What horrible news! How fast she types! You lucky man!
SUMBER :
http://ismailmidi.com/berita-89-adverb-clause.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Adverbial_clause
NPM : 13210024
Kelas : 1EA14
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill bahasa inggris yang berjudul 'Adverbial Clauses'.
Saya akan memberikan pengertian, penjelasan dan contoh dari adverbial clauses. Saya mengambil tulisan ini dari beberapa sumber dari internet. Menurut sumber yang saya kutip, inilah beberapa penjelasan serta contoh dari adverbial clauses. Apabila terjadi kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, saya mohon maaf. semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. terimakasih
ADVERBIAL CLAUSES
Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:
1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
* Shut the door before you go out.
* You may begin when(ever) you are ready.
* While he was walking home, he saw an accident.
* By the time I arrive, Alex will have left.
* No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
* They sat down wherever they could find empty seats
* The guard stood where he was positioned.
* Where there is a will, there is a way.
* Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
* Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
* As the time you were sleeping, we were working hard.
* Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
* Although it is late, we'll stay a little longer.
* He is very friendly, even if he is a clever student.
4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cars bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
* He did as I told him.
* You may finish it how you like.
* They may beat us again, like they did in 1978.
5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan kata penghubung seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
* They went to the movie early (in order) to find the best seats.
* She bought a book so (that) she could learn English
* He is saving his money so that he may take a long vacation.
* I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
* Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
* It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
* The soup tastes so good that everyone will ask for more.
* The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
Contoh:
* The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
* I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
Contoh:
* He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
* The grass received so little water that it turned brown in the heat.
Contoh:
* It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
* It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.
Contoh:
* She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
* They are such beautiful pictures that everybody will want one.
* Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
* This is such difficult homework that I will never finish it.
Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:
1. Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
* Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
* Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
* Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)
2. Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, inasmuch as
Contoh:
* Because he was sleepy, he went to bed.
* Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
* As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
* Inasmuch as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.
3. Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
* Alex failed the test because he didn't study.
* Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
* Alex didn't study. Consequently, he failed the test.
Catatan:
Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:
1) Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b. MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.
2) Jika dalam Adverb Clause tidak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause itu menjadi bentuk -ing.
Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : Before I left for work, I ate breakfast.
b. MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.
Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.
Contoh:
1. DAPAT DIRUBAH
* While I was sitting in class, I fell asleep MENJADI While sitting in class, I fell asleep.
* While Ann was sitting in class, she fell asleep MENJADI While sitting in class, Ann fell asleep.
* Since Mary came to this country, she has made many friends MENJADI Since coming to this country, Mary has made many friends.
2. TIDAK DAPAT DIRUBAH
* While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
* While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.
7. Clause of Condition
Clause yang menunjukkan adanya persyaratan antara dua kejadian (peristiwa) yang berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctions seperti if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), dll.
Contoh:
* If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
* She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
* Suppose (that) your house burns down, do you have enough insurance to cover such a loss.
* In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
* The company will agree to arbitration on condition (that) the strike is called off at once.
* We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.
Kinds of adverbial clauses
kind of clause
common conjunctions
function
example
time clauses
when, before, after, since, while, as, as long as, until,til, etc. (conjunctions that answer the question "when?"); hardly, scarcely, no sooner, etc.[1]
These clauses are used to say when something happens by referring to a period of time or to another event.
Her father died when she was young.
conditional clauses
if, unless
These clauses are used to talk about a possible situation and its consequences.
If they lose weight during an illness, they soon regain it afterwards.
purpose clauses
in order to, so that, in order that
These clauses are used to indicate the purpose of an action.
They had to take some of his land so that they could extend the churchyard.
reason clauses
because, since, as, given
These clauses are used to indicate the reason for something.
I couldn't feel anger against him because I liked him too much.
result clauses
so..that
These clauses are used to indicate the result of something.
My suitcase had become so damaged on the journey home that the lid would not stay closed.
concessive clauses
although, though, while
These clauses are used to make two statements, one of which contrasts with the other or makes it seem surprising.
I used to read a lot although I don't get much time for books now
place clauses
where, wherever, anywhere, everywhere, etc. (conjunctions that answer the question "where?")
These clauses are used to talk about the location or position of something.
He said he was happy where he was.
clauses of manner
as, like, the way
These clauses are used to talk about someone's behaviour or the way something is done.
I was never allowed to do things the way I wanted to do them.
clauses of exclamation
what a(an), how, such, so
Exclamations are used to express anger, fear, shock, surprise etc. They always take an exclamation mark (!).
What horrible news! How fast she types! You lucky man!
SUMBER :
http://ismailmidi.com/berita-89-adverb-clause.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Adverbial_clause
Kamis, 23 Desember 2010
TUGAS IBD BAB 6- BAB 10
TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
OLEH :
GITA RACHMAWATI
13210024
1EA14
6. MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Penderitaan dan Kenikmatan
Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik.
Penafsiran hedonisme ada dua macam, yaitu:
1. Hedonisme psikologis yang berpandangan bahwa semua tindakan diarahkan untuk mencapai kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2. Hedonisme etis yang berpandangan bahwa semua tindakan ‘harus’ ditujukan kepada kenikmatan dan menghindari penderitaan.
Kritik terhadap hedonisme ialah bahwa tidak semua tindakan manusia hedonistis, bahkan banyak orang yang tampaknya merasa bersalah atas kenikmatan-kenikmatan mereka. Dan hal ini menyebabkan mereka mengalami penderitaan. Pandangan Hedonis psikologis ialah bahwa semua manusia dimotivasi oleh pengejaran kenikmatan dan penghindaran penderitaan. Mengejar kenikmatan sebenarnya tidak jelas, sebab ada kalanya orang menderita dalam rangka latihan-latihan atau menyertai apa yang ingin dicapai atau dikejarnya. Kritik Aristoteles ialah bahwa puncak etika bukan pada kenikmatan, melainkan pada kebahagiaan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenikmatan bukan tujuan akhir, melainkan hanya “pelengkap” tindakan. Berbeda dengan John Stuart Mill yang membela Hedonisme melalui jalan terhormat, utilitarisme yaitu membela kenikmatan sebagai kebaikan tertinggi. Suatu tindakan itu baik sejauh ia lebih “berguna” dalam pengertian ini, yaitu sejauh tindakan memaksimalkan kenikmatan dan meninimalkan penderitaan.
Penderitaan dan Kasihan
Kembali kepada masalah penderitaan, muncul Nietzsche yang memberontak terhadap pernyataan yang berbunyi: “Dalam menghadapi penderitaan itu, manusia merasa kasihan”. Menurut Nietzche, pernyataan ini tidak benar, penderiutaan itu adalah suatu kekurangan vitalitas. Selanjutnya ia berkata, “sesuatu yang vital dan kuat tidak menderita, oleh karenanya ia dapat hidup terus dan ikut mengembangkan kehidupan semesta alam. Orang kasihan adalah yang hilang vitaliatasnya, rapuh, busuk dan runtuh. Kasihan itu merugikan perkembangan hidup”. Sehingga dikatakannya bahwa kasihan adalah pengultusan penderitaan. Pernyataan Nietzsche ini ada kaitannya dengan latar belakang kehidupannya yang penuh penderitaan. Ia mencoba memberontak terhadap penderitaan sebagai realitas dunia, ia tidak menerima kenyataan. Seolah-olah ia berkata, penderitaan jangan masuk ke dalam hidup dunia. Oleh karena itu, kasihan yang tertuju kepada manusia harus ditolak, katanya.
Pandangan Nietzsche tidak dapat disetujui karena: pertama, di mana letak humanisnya dan aliran existensialisme. Kedua, bahwa penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap kasihan. Ketiga, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan senang bila melihat orang yang menderita. Bila demikian, maka itu yang disebut sikap sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia dengan menolak penderitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan, dan bila mungkin menghilangkannya
.
Penderitaan dan Noda Dosa pada Hati Manusia.
Penderitaan juga dapat timbul akibat noda dosa pada hati manusia (Al-Ghazali, abad ke 11). Menurut Al-Ghazali dalam kitabnya Ihyaa’ Ulumudin, orang yang suka iri hati, hasad, dengki akan menderita hukuman lahir-batin, akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterima kasih. Padahal dunia tidak berkekurangan untuk orang-orang di segala zaman. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya, karena itu penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki selama hidupnya sampai akhir kelak.
Untuk mengobati hati yang menderita ini, sebelumnya perlu diketahui tanda- tanda hati yang sedang gelisah (hati yang sakit). Perlu diketahui bahwa setiap anggota badan diciptakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Apabila hati sakit maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan sempurna ia kacau dan gelisah. Ciri hati yang tidak dapat melakukan pekerjaan ialah apabila ia tidak dapat berilmu, berhikmah, bermakrifat, mencintai Allah dengan menyembah-Nya, merasa erat dan nikmat mengingat-Nya.
Sehubungan dengan pernyataan ciri-ciri yang menderita, Allah berfirman:
yang engkau tumpuk dalam simpanan serta barang dagangan yang yang engkau khawatirkan ruginya dan rumah tempat tinggal yang kamu senangi itu lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah, maka tunggulah sampai perintah Allah datang”. (QS. 9: 24).
Hal lain yang menimbulkan derita terhadap seseorang adalah merasakan suatu keinginan atau dorongan yang tidak dapat diterima atau menimbulkan keresahan, gelisah, atau derita. Maka ia pun berusaha menjauhkan diri dari lingkup kesadaran atau perasaannya. Akhirnya, keinginan atau dorongan itu tertahan dalam alam bawah sadar. Namun, sering orang itu mengekspresikan keinginan atau dorongan itu secara tidak sadar atau dengan ucapan yang keliru. Atau, apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
“Dan kalau Kami mengkhendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal mereka dengan tanda-tandanya, tetapi kamu mengenal mereka dari bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”. (QS. 47: 29-30).
Demikianlah Al-Quran telah mengisyaratkan tentang adanya ciri-ciri orang yang tidak sadar (menderita) lewat kata-kata yang keliru, sejak 14 abat yang lalu sebelum dikemukakan oleh Freud, penemu teori psikoanalisis. Bahkan sebuah hadist mengatakan:
“Tak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia kecuali jika Allah akan memberinya penutup. Apabila penutup itu baik, maka rahasia itu baik, dan apabila penutup itu buruk maka buruk pula rahasia itu”. (Tafsir Ibn Katsir, Vol. 4 hal. 180).
Obat supaya hati sehat di firmankan Allah sebagai berikut:
“Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah SWT dengan hati yang suci”. (QS. 26: 89 ).
Jadi, mengenal atau makrifat kepada Allah yang membawa semangat taat kepada Allah SWT dengan cara menentang hawa nafsu, merupakan obat untuk menyembuhkan penyakit dalam hati (menderita gelisah) (Al-Ghazali, abad ke-11).
7. MANUSIA DAN KEGELISAHAAN
selama hidupnya, manusia pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering ataupun jarang, apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang membutuhkan tingkat kompetitifitas yang tinggi untuk hidup di dalamnya. kegelisahan sendiri berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,tidak senang tidak sabar, cemas sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. sedangkan kita dapat mengetahui tanda tanda bahwa seseorang mengalami ketegang adalah dari tingkah lakunya. tingkah laku yang bagaimana? umumnya seorang yang sedang tegang melakukan hal- hal yang tidak biasa dia lakukan seperti berjalan mondar-mandir, duduk termenung sambil memegang kepalanya dan berbagai hal lain yang mungkin dapat membingungkan orang yang melihatnya.
"Sigmon Freud"seorang ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu: kecemasan kenyataan, kcemasan neoritik dan kecemasan moril
A) kecemasan tentang kenyataan ( objektif )
kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
B) Kecemasan Neoritis
kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai contohnya ayah dinar akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis dinarpun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. dinar membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana dinar sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
C) kecemasan moril
kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa kurang,cinta.
rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain.
sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.
PENYEBAB KEGELISAHAN
Apabila di kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain.
contohnya:
beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar isu bahwa jakarta akan diguncang gempa dengan daya rusak yang setara dengan bom hiroshima pada waktu tertentu. ketika mereka mendengar berita tersebut, mereka langsung panik dan melakukan persiapan untuk mengamankan barang-barang miliknya atau membuat tenda di depan rumah dan menjudge bahwa berita tersebut benar adanya. padahal kalau kita telaah secara mendalam, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kapan dan dimana gempa itu akan terjadi. hal tersebut dapat terjadi karena mereka takut kehilangan beberapa haknya seperti hak untuk hidup, ak untuk mendapat perlindungan, dan lain lain
CARAMENGATASI KEGELISAHAN
mengatasi kegelisahan ini peratam-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada tuhan.
KETERASINGAN
keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1993679-manusia-dan-kegelisahan/
8. MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Kata Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya, berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Berikut ini diberikan penggambaran bagaimana suatu tanggung jawab diberikan oleh dua orang yang kualitas tanggung jawabnya berbeda.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup berrnasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dan sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dan sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang hams dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain.
Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
http://saiedbelajarngeblog.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html
9. MANUSIA DAN KEADILAN
Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum. Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
10. KEJUJURAN
Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya ucapan lisan dengan
kenyataan. Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya lahir dan
batin. Maka orang yang jujur bersama Allah _ dan bersama manusia adalah
yang sesuai lahir dan batinnya. Karena itulah, orang munafik disebutkan
sebagai kebalikan orang yang jujur.
Kejujuran membawa pelakunya bersikap berani, karena ia kokoh tidak
lentur, dan karena ia berpegang teguh tidak ragu-ragu. Karena itu disebutkan
dalam salah satu definisi jujur adalah: berkata benar di tempat yang
membinasakan. Dan al-Junaidi rahimahullah mengungkapkan hal itu dengan
ucapannya: Hakekat jujur adalah bahwa engkau jujur di tempat yang tidak bisa
menyelamatkan engkau darinya kecuali bohong.
Berapa banyak orang yang suka membual menjadi celaka dalam
membuat-buat pembicaraan untuk menarik perhatian, dan dalam membuat
cerita untuk membuat orang-orang tertawa. Lalu mereka kembali dengan
perasaan senang dan ia kembali dengan dosa berbohong. Maka ia menjadi
binasa, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
"Celaka bagi orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa, lalu ia
berbohong, celakalah baginya, celakalah baginya.
Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
http://www.bahammam.org/books/id_the_truth.pdf
OLEH :
GITA RACHMAWATI
13210024
1EA14
6. MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Penderitaan dan Kenikmatan
Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya.Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.
Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik.
Penafsiran hedonisme ada dua macam, yaitu:
1. Hedonisme psikologis yang berpandangan bahwa semua tindakan diarahkan untuk mencapai kenikmatan dan menghindari penderitaan.
2. Hedonisme etis yang berpandangan bahwa semua tindakan ‘harus’ ditujukan kepada kenikmatan dan menghindari penderitaan.
Kritik terhadap hedonisme ialah bahwa tidak semua tindakan manusia hedonistis, bahkan banyak orang yang tampaknya merasa bersalah atas kenikmatan-kenikmatan mereka. Dan hal ini menyebabkan mereka mengalami penderitaan. Pandangan Hedonis psikologis ialah bahwa semua manusia dimotivasi oleh pengejaran kenikmatan dan penghindaran penderitaan. Mengejar kenikmatan sebenarnya tidak jelas, sebab ada kalanya orang menderita dalam rangka latihan-latihan atau menyertai apa yang ingin dicapai atau dikejarnya. Kritik Aristoteles ialah bahwa puncak etika bukan pada kenikmatan, melainkan pada kebahagiaan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenikmatan bukan tujuan akhir, melainkan hanya “pelengkap” tindakan. Berbeda dengan John Stuart Mill yang membela Hedonisme melalui jalan terhormat, utilitarisme yaitu membela kenikmatan sebagai kebaikan tertinggi. Suatu tindakan itu baik sejauh ia lebih “berguna” dalam pengertian ini, yaitu sejauh tindakan memaksimalkan kenikmatan dan meninimalkan penderitaan.
Penderitaan dan Kasihan
Kembali kepada masalah penderitaan, muncul Nietzsche yang memberontak terhadap pernyataan yang berbunyi: “Dalam menghadapi penderitaan itu, manusia merasa kasihan”. Menurut Nietzche, pernyataan ini tidak benar, penderiutaan itu adalah suatu kekurangan vitalitas. Selanjutnya ia berkata, “sesuatu yang vital dan kuat tidak menderita, oleh karenanya ia dapat hidup terus dan ikut mengembangkan kehidupan semesta alam. Orang kasihan adalah yang hilang vitaliatasnya, rapuh, busuk dan runtuh. Kasihan itu merugikan perkembangan hidup”. Sehingga dikatakannya bahwa kasihan adalah pengultusan penderitaan. Pernyataan Nietzsche ini ada kaitannya dengan latar belakang kehidupannya yang penuh penderitaan. Ia mencoba memberontak terhadap penderitaan sebagai realitas dunia, ia tidak menerima kenyataan. Seolah-olah ia berkata, penderitaan jangan masuk ke dalam hidup dunia. Oleh karena itu, kasihan yang tertuju kepada manusia harus ditolak, katanya.
Pandangan Nietzsche tidak dapat disetujui karena: pertama, di mana letak humanisnya dan aliran existensialisme. Kedua, bahwa penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap kasihan. Ketiga, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan senang bila melihat orang yang menderita. Bila demikian, maka itu yang disebut sikap sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia dengan menolak penderitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan, dan bila mungkin menghilangkannya
.
Penderitaan dan Noda Dosa pada Hati Manusia.
Penderitaan juga dapat timbul akibat noda dosa pada hati manusia (Al-Ghazali, abad ke 11). Menurut Al-Ghazali dalam kitabnya Ihyaa’ Ulumudin, orang yang suka iri hati, hasad, dengki akan menderita hukuman lahir-batin, akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterima kasih. Padahal dunia tidak berkekurangan untuk orang-orang di segala zaman. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya, karena itu penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki selama hidupnya sampai akhir kelak.
Untuk mengobati hati yang menderita ini, sebelumnya perlu diketahui tanda- tanda hati yang sedang gelisah (hati yang sakit). Perlu diketahui bahwa setiap anggota badan diciptakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Apabila hati sakit maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan sempurna ia kacau dan gelisah. Ciri hati yang tidak dapat melakukan pekerjaan ialah apabila ia tidak dapat berilmu, berhikmah, bermakrifat, mencintai Allah dengan menyembah-Nya, merasa erat dan nikmat mengingat-Nya.
Sehubungan dengan pernyataan ciri-ciri yang menderita, Allah berfirman:
yang engkau tumpuk dalam simpanan serta barang dagangan yang yang engkau khawatirkan ruginya dan rumah tempat tinggal yang kamu senangi itu lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah, maka tunggulah sampai perintah Allah datang”. (QS. 9: 24).
Hal lain yang menimbulkan derita terhadap seseorang adalah merasakan suatu keinginan atau dorongan yang tidak dapat diterima atau menimbulkan keresahan, gelisah, atau derita. Maka ia pun berusaha menjauhkan diri dari lingkup kesadaran atau perasaannya. Akhirnya, keinginan atau dorongan itu tertahan dalam alam bawah sadar. Namun, sering orang itu mengekspresikan keinginan atau dorongan itu secara tidak sadar atau dengan ucapan yang keliru. Atau, apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
“Dan kalau Kami mengkhendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal mereka dengan tanda-tandanya, tetapi kamu mengenal mereka dari bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”. (QS. 47: 29-30).
Demikianlah Al-Quran telah mengisyaratkan tentang adanya ciri-ciri orang yang tidak sadar (menderita) lewat kata-kata yang keliru, sejak 14 abat yang lalu sebelum dikemukakan oleh Freud, penemu teori psikoanalisis. Bahkan sebuah hadist mengatakan:
“Tak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia kecuali jika Allah akan memberinya penutup. Apabila penutup itu baik, maka rahasia itu baik, dan apabila penutup itu buruk maka buruk pula rahasia itu”. (Tafsir Ibn Katsir, Vol. 4 hal. 180).
Obat supaya hati sehat di firmankan Allah sebagai berikut:
“Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah SWT dengan hati yang suci”. (QS. 26: 89 ).
Jadi, mengenal atau makrifat kepada Allah yang membawa semangat taat kepada Allah SWT dengan cara menentang hawa nafsu, merupakan obat untuk menyembuhkan penyakit dalam hati (menderita gelisah) (Al-Ghazali, abad ke-11).
7. MANUSIA DAN KEGELISAHAAN
selama hidupnya, manusia pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering ataupun jarang, apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang membutuhkan tingkat kompetitifitas yang tinggi untuk hidup di dalamnya. kegelisahan sendiri berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir,tidak senang tidak sabar, cemas sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. sedangkan kita dapat mengetahui tanda tanda bahwa seseorang mengalami ketegang adalah dari tingkah lakunya. tingkah laku yang bagaimana? umumnya seorang yang sedang tegang melakukan hal- hal yang tidak biasa dia lakukan seperti berjalan mondar-mandir, duduk termenung sambil memegang kepalanya dan berbagai hal lain yang mungkin dapat membingungkan orang yang melihatnya.
"Sigmon Freud"seorang ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu: kecemasan kenyataan, kcemasan neoritik dan kecemasan moril
A) kecemasan tentang kenyataan ( objektif )
kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
B) Kecemasan Neoritis
kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai contohnya ayah dinar akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis dinarpun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. dinar membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana dinar sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
C) kecemasan moril
kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa kurang,cinta.
rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain.
sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.
PENYEBAB KEGELISAHAN
Apabila di kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain.
contohnya:
beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar isu bahwa jakarta akan diguncang gempa dengan daya rusak yang setara dengan bom hiroshima pada waktu tertentu. ketika mereka mendengar berita tersebut, mereka langsung panik dan melakukan persiapan untuk mengamankan barang-barang miliknya atau membuat tenda di depan rumah dan menjudge bahwa berita tersebut benar adanya. padahal kalau kita telaah secara mendalam, tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui kapan dan dimana gempa itu akan terjadi. hal tersebut dapat terjadi karena mereka takut kehilangan beberapa haknya seperti hak untuk hidup, ak untuk mendapat perlindungan, dan lain lain
CARAMENGATASI KEGELISAHAN
mengatasi kegelisahan ini peratam-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada tuhan.
KETERASINGAN
keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1993679-manusia-dan-kegelisahan/
8. MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Kata Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seorang mahasiswa mempunyai kewajiban belajar. Bila belajar, maka hal itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya. Berarti pula ia telah bertanggung jawab atas kewajibannya. Sudah tentu bagaimana kegiatan belajar si mahasiswa, itulah kadar pertanggung jawabannya. Bila pada ujian ia mendapat nilai A, B atau C itulah kadar pertanggung-jawabannya.
Bila si mahasiswa malas belajar, dan ia sadar akan hal itu. Tetapi ia tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain-lain. Padahal ia menghadapi ujian.Ini berarti bahwa si mahasiswa tidak memenuhi kewajibannya, berarti pula ia tidak bertanggung jawab.
Berikut ini diberikan penggambaran bagaimana suatu tanggung jawab diberikan oleh dua orang yang kualitas tanggung jawabnya berbeda.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup berrnasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dan sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dan sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang hams dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari pebuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain.
Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
http://saiedbelajarngeblog.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html
9. MANUSIA DAN KEADILAN
Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum. Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/28/manusia-dan-keadilan/
10. KEJUJURAN
Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya ucapan lisan dengan
kenyataan. Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya lahir dan
batin. Maka orang yang jujur bersama Allah _ dan bersama manusia adalah
yang sesuai lahir dan batinnya. Karena itulah, orang munafik disebutkan
sebagai kebalikan orang yang jujur.
Kejujuran membawa pelakunya bersikap berani, karena ia kokoh tidak
lentur, dan karena ia berpegang teguh tidak ragu-ragu. Karena itu disebutkan
dalam salah satu definisi jujur adalah: berkata benar di tempat yang
membinasakan. Dan al-Junaidi rahimahullah mengungkapkan hal itu dengan
ucapannya: Hakekat jujur adalah bahwa engkau jujur di tempat yang tidak bisa
menyelamatkan engkau darinya kecuali bohong.
Berapa banyak orang yang suka membual menjadi celaka dalam
membuat-buat pembicaraan untuk menarik perhatian, dan dalam membuat
cerita untuk membuat orang-orang tertawa. Lalu mereka kembali dengan
perasaan senang dan ia kembali dengan dosa berbohong. Maka ia menjadi
binasa, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
"Celaka bagi orang yang berbicara untuk membuat orang-orang tertawa, lalu ia
berbohong, celakalah baginya, celakalah baginya.
Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
http://www.bahammam.org/books/id_the_truth.pdf
Minggu, 31 Oktober 2010
Tugas Ilmu Budaya Dasar
Diajukan untuk memenuhi tugas ilmu budaya dasar

Oleh :
Gita Rachmawati
NPM 13210024
Kelas 1EA14
Tahun Ajaran 2010-2011
UNIVERSITAS GUNADARMA
KAMPUS J
Jl. KH. Noer Ali Kalimalang Bekasi
Bab 3. Konsep ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan
3.1. Pendekatan Kesusastraan
- Pengertian Sastra dan Seni
- Sastra
Sastra berasal dari kata castraberarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya.
Sastra dalam arti khusus yang kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya.
Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dansastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.
Dalam konteks kesenian, kesusastraan adalah salah satu bentuk atau cabang kesenian yang menggunakan media bahasa sebagai alat pengungkapan gagasan dan perasaan senimannya. Sehingga sastra juga disamakan dengan cabang seni lain seperti seni tari, seni lukis, seni musik, dan sebagainya.
Pengertian Sastra dari Segi Ilmu Sastra
a. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra.
Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut.
· Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
· Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
· Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
· Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya darimasyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan.
b. Teori sastra adalah asas-asas dan prinsip-prinsip dasar mengenai sastra dan kesusastraan.
c. Seni sastra adalah proses kreatif menciptakan karya seni dengan bahasa yang baik, seperti puisi, cerpen/novel, atau drama.
Seni
Pengertian Seni Seni adalah ide, gagasan, persasaan, suara hati, gejolak jiwa, yang diwujudkan atau di expresikan, melalui unsur unsur tertentu, yang bersifat indah untuk memenuhi kebutuhan manusia walaupun banyak juga karya seni yang digunakan untuk binatang. Seni indah menurut ukuran yang menkmati. Pendapat seni menurut para ahli:
1. Menurut Alexander Baum Garton Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
2. Emanuel Kant Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.
3. Menurut Leo Tolstoy Seni adalah menimbulkan kembali perasaan yang pernah dialami.
4. Menurut Aristoteles Seni adalah bentuk pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
5. Ki Hajar Dewantara Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.
1. Menurut Alexander Baum Garton Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
2. Emanuel Kant Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.
3. Menurut Leo Tolstoy Seni adalah menimbulkan kembali perasaan yang pernah dialami.
4. Menurut Aristoteles Seni adalah bentuk pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
5. Ki Hajar Dewantara Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.
B. Manfaat Sastra
Karya sastra pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi antara sastrawan dan masyarakat pembacanya. Karya sastra selalu berisi pemikiran, gagasan, kisahan, dan amanat yang dikomunikasikan kepada pembaca. Untuk menangkap ini, pembaca harus mampu mengapresiasikannya.
Pengetahuan tentang pengertian sastra belum lengkap bila belum tahu manfaatnya. Horatius mengatakan bahwa manfaat sastra itu berguna dan menyenangkan. Secara lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Karya sastra dapat membawa pembaca terhibur melalui berbagai kisahan yang disajikan pengarang mengenai kehidupan yang ditampilkan. Pembaca akan memperoleh pengalaman batin dari berbagai tafsiran terhadap kisah yang disajikan.
2. Karya sastra dapat memperkaya jiwa/emosi pembacanya melalui pengalaman hidup para tokoh dalam karya.
3. Karya sastra dapat memperkaya pengetahuan intelektual pembaca dari gagasan, pemikiran, cita-cita, serta kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam karya.
4. Karya sastra mengandung unsur pendidikan. Di dalam karya sastra terdapat nilai-nilai tradisi budaya bangsa dari generasi ke generasi. Karya sastra dapat digunakan untuk menjadi sarana penyampaian ajaran-ajaran yang bermanfaat bagi pembacanya.
5. Karya sastra dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan atau penelitian tentang keadaan sosial budaya masyarakat yang digambarkan dalam karya sastra tersebut dalam waktu tertentu.
Masih banyak manfaat sastra yang bagi satu pembaca berbeda dengan pembaca lainnya. Sehingga beberapa pembaca yang menikmati bukuyang sama bisa jadi memperoleh pengalaman puitik yang berbeda.
3.2 Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa
A. Pengertian prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif. Prosa kadangkala juga disebut dengan istilah "gancaran".
5 komponen dalam prosa lama yaitu :
a. Hikayat
b. Sejarah (tomolo)
c. Kisah
d. Dongeng, terbagi lagi atas fabel, mitos, legenda, fabe, parabel, dan dongeng jenaka.
e. Cerita berbingkai
5 komponen dalam prosa baru yaitu :
a. Roman
b. Novel
c. Cerpen
d. Biografi
e. Otobiografi
3.3 Nilai nilai dalam prosa fiktif
Prosa Fiksi = karya fiksi, prosa cerita, prosa narasi, narasi, atau cerita berplot.
Prosa Fiksi adalah kisahan atau cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar, serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita.
Unsur-unsur prosa fiksi:
1. Pengarang atau narator.
2. Isi penciptaan, Pengarang memaparkannya lewat:
a. penjelasan atau komentar.
b. Dialog maupun monolog
c. Lewat lakuan atau action
3. Media penyampai isi berupa bahasa.
4. Elemen-elemen fiksional atau unsur-unsur intrinsik yang membangun karya fiksi itu sendiri sehingga menjadi suatu wacana. Unsur-unsur intrinsic terdiri atas:
a. Tema
b. Amanat
c. Alur
d. Perwatakan
e. Latar
f. Pusat Pengisahan
Prosa fiksi lebih lanjut dapat dibedakan atas roman, novel, novelet, maupun cerpen.
Contohbenrtuk prosa adalah sebagai berikut :
PERMEN KARET
Oleh: Kalih Raksasewu
Matahari bersinar cerah diiringi langkah kaki Marso. Ia hendak pergi ke sekolah. Ia tak lupa pergi ke rumah temannya untuk berangkat bersama. Sampai di sekolah seperti biasa ia menyimpan tasnya ke bangku masing-masing.
Pukul tujuh lonceng berbunyi mulai terdengar dan pelajaran dimulai. Selesai pelajaran anak-anak lari saling mendahului. Hanya Marso dan Fredi sahabatanya yang tidak saling mendahului. Ia berjalan dengan asyiknya pada bercerita. Tidak terasa ia harus berpisah di persimpangan Jalan Oto Iskandar Dinata.
Bulan Januari berhenti, maka dirobeknya kalender Januari itu oleh Fredi dan arlojinya pun diputar. Memang ayah Fredi berpangkat tinggi tetapi ia sangat ramah dan baik budinya dan Fredi pun begitu tak seperti orang kaya tetapi pelit.
Pada suatu hari si Komar memakan permen karet. Ia terkenal sangat nakal. Sesudah selesai memkan permen karet ia oleskan ke meja Fredi. Bel sekolah terdengar lagi, Fredi mengambil buku dan disimpannya di meja untuk menulis.
Ketika ia mengangkat bukunya ternyata buku itu lengket. Ia sangat marah karena ia merasa sedang dipermainikan. Fredi melirik kepada Marso, karena ia ingat bahwa Marso suka sekali makan permen karet.
Sewaktu bel istirahat berbunyi Fredi cepat-cepat ke luar dan menjaga pintu masuk kelas. Marso berjalan ke pintu kelas maksudnya ia hendak ke Fredi untuk bermain bersama.tetapi ia dipegang kerah bajunya.
“He …ada apa kamu Fredi?” tanya Marso terkejut.
“Jangan berpura-pura!”Geram Fredi. “Kamu tadi menyimpan permen karet ini ya?” sambungnya.
Komar melihat kejadian itu lalu tertawa terbahak-bahak diiringi menertawakan kawannya yang menyuruh Komar menyimpan permen karet di meja Fredi.
“Ti…ti…dak Fredi.”, katanya penuh ketakutan. Mukanya merah sekali.
Lalu ia masuk ke kelas dan lari keluar SD Negeri itu, ia pulang tanpa dihirauikan teman-temannya.
Komar melihat kejadian itu ia malah tertawa dengan Jimmi yang menyuruh Komar menyimpan permen karet itu.
Jam pelajaran telah selesai. Ketika itu Fredi berjalan sendirian ia memikirkan persoalan itu. Tiba-tiba ia ingat masa temannya yang baik itu berbuat perbuatan yang sejelek itu. Ia lari seketika itu juga ke Gang Suniaraja untuk mendapatkan Marso. Sampai di rumah Marso ia berjalan perlahan-lahan Dilihatnya Marso duduk seperti yang sangat sedih.
Besoknya Marso kelihatan tak masuk sekolah. Fredi teringat pesan ayahnya sewaktu Fredi di kelas 3 SD itu. Kta ayahnya, “tidak boleh menuduh orang sebelum ada buktinya”.
Sepulang sekolah ia pergi ke kantor untuk melaporkan bahwa Marso tak masuk sekolah. Jimmi berjalan bersama Komar. Memang Jimmi tak menyukai Marso. Dan waktu itu Fredi berjalan sendiri. Ia teringat akan waktu itu. Ia memegang kerah baju Marso dan terdengar suara Komar. Lalu ia lari mendapatkan Komar yang berjalan di depan.
“Hai Komar…kamukah yang menyimpan permen karet itu?” Tanya Fredi.
“Apa…aku…hahaha…aku?”katanya.
“Ya…ia!” kata Jimmi menutup pembicaraan Komar.
“Diam kau! Kau yang menyuruh aku.”, bisik Komar.
Tanpa berkata lagi Fredi menarik tangan Komar ke Pak Guru yang masih ada di kelas.
“Pak..pak”, Ini pak yang menyimpan permen karet di meja saya. Dan waktu itu saya salah paham memarahi Marso yang sekarang ia tak masuk sekolah”.
“Maafkan saya…Pak. Karena sa…saya disuruh Jimmi Pak”, kata Komar menginsyafi perbuatan kotornya.
Pak Guru mengajak pergi ke rumah Marso. Sampai di sana Komar disuruh mengetuk pintu. Tepat dibuka oleh Marso. Ia sangat kaget.
“Maafkan aku ya Marso” kata Komar.
“Dan maafkan aku juga ya” sambung Fredi.
“Ya kalian kumaafkan”, kata Marso.
“Ya, Pak Guru pulang dulu!” kata Pak Guru, sambil ke luar dari rumah Marso.
“Terima kasih Pak…” kata mereka serentak.
Pukul setengah dua lewat, Komar dan Fredi minta diri untuk pulang. Matahari tampak gembira diiringi kedua sahabat itu.
Bab 4. Manusia dan Cinta kasih
4.1 Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi. Cinta adalah sumber segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta. Pada dasarnya kasih sayang adalah fitrah yang dianugerahkan Allah SWT kepada mahluknya, misalnya hewan, kita perhasikan begitu kasihnya kepada anaknya, sehingga rela berkorban jika anaknya diganggu. Naluri inipun ada pada manusia, dimulai dari kasih sayang orang tua kepada anaknya, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi naluri kasih sayang ini dapat tertutup jika terdapat hambatan – hambatan misalnya pertengkaran, permusuhan, kerasukan, kedengkian dan lain – lain.
"Cinta adalah ketertarikan hebat yang tidak masuk akal, agar sepasang jiwa
mengupayakan kebersamaan sebagai pasangan yang menghasilkan keturunan yang
melanjutkan kehidupan.
mengupayakan kebersamaan sebagai pasangan yang menghasilkan keturunan yang
melanjutkan kehidupan.
4.2 Cinta menurut ajaran agama
Islam menghendaki agar kasih sayang dan sifah belas kasih dikembangkan secara wajar. Jika diperinci maka ruang lingkup kasih sayang ini dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan :
1. Kasih sayang dalam lingkungan keluarga, kasih orang tua kepada anak, kasih suami kepada istrinya, kasih antara orang yang bersaudara dan berkeluarga.
2. Kasih sayang dalam lingkungan tetangga dan kampung.
Suatu pertalian kasih sayang yang timbul dan tumbuh karena hidup bersama dalam suatu lingkungan tetangga dan kampung.
3. Kasih sayang dalam lingkungan bangsa.
Perasaan kasih sayang dan simpati yang timbul akibat persamaan rumpun, suku bangsa, rasa senasib dalam perjuangan yang menyangkut kenegaraan.
4. Kasih sayang dalam lingkungan kegamanaan.
Mencintai dan mengasihi sesame orang yang seagama karena memandang saudara dalam akidah dan keyakinan.
5. Kasih sayang dalam bentuk perikemanusiaan.
Mencintai sesame manusia atas dasar pengertian bahwa manusia adalah sama – sama berasal dari satu keturunan, asalnya satu bapak dan satu ibu.
6. Kasih sayang kepada sesame mahluk (Universal)
Misalnya saling mengasihi, mengasihi hewan dan tumbuh – tumbuhan.
4.3 Pengertian Kasih Sayang
Kasih sayang adalah keputusan sadar untuk menjadikan kebersamaan seseorang
dengan pribadi pilihannya sebagai sahabat yang membesarkan kehidupan.
dengan pribadi pilihannya sebagai sahabat yang membesarkan kehidupan.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta.Kasih sayang dasar komunikasi dalam keluarga. Komunikasi anak dan orangtua. Hubungan yang baik akan terjalin jika ada timbal balik perlakuan sikap antara anak dan orantuanya. Untuk itu dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan macam macam pemberian kasih sayang orantua kepada anaknya:
1. orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orangtua yang memberikan kasih sayang, perhatian, nasehat atau yang lain sebagainya. Disisi lain sang anak hanya diam saja menerima, mengiyakan tanpa memberi respon.
2. orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berusaha mati matian untuk memberikan kasih sayang kepada orangtuanya tetapi orangtuanya hanya diam tanpa memberi respon.
3. orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa tidak ada kontak kasih sayang antara orangtua dan anak. Masing masing orang sibuk mengurus dirinya sendiri.
4. orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Yang keempat inilah merupakan dambaan setiap keluarga. Alangkah senagnya jika dalam suatu keluarga ada rasa kasih sayang , kemesraan, dan cinta kasih. Subhanallah, dapat dibayangkan betapa bahagianya kita menjalani kehidupan didunia ini.
1. orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orangtua yang memberikan kasih sayang, perhatian, nasehat atau yang lain sebagainya. Disisi lain sang anak hanya diam saja menerima, mengiyakan tanpa memberi respon.
2. orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berusaha mati matian untuk memberikan kasih sayang kepada orangtuanya tetapi orangtuanya hanya diam tanpa memberi respon.
3. orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Disini jelas bahwa tidak ada kontak kasih sayang antara orangtua dan anak. Masing masing orang sibuk mengurus dirinya sendiri.
4. orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Yang keempat inilah merupakan dambaan setiap keluarga. Alangkah senagnya jika dalam suatu keluarga ada rasa kasih sayang , kemesraan, dan cinta kasih. Subhanallah, dapat dibayangkan betapa bahagianya kita menjalani kehidupan didunia ini.
4.4 Kemesraan, Pemujaan, Cinta Kasih Erotis
Kemesraan adalah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.Sedangkan Cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan jeduanya, lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lainnya.
Bab 5. Manusia dan Keindahan
Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, cantik, elok dan molek.Keindahan identik dengan kebenaran segala yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan yang bersipat universal, yaitu keindahan yang tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu. Ia bersipat menyeluruh
Segala sesuatu yang yang mempunyai sipat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya.
Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “belum”Akar katanya adalam “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris menjadi kata “beatiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol”beloo”
Dalam arti luas meliputi kindahan hasil seni, alam, moral dan intelektual. Dan dalam arti estetik mencangkup pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan hubunganya dengan segala sesuatu yang di serapnnya. Sedangkan dalam arti terbatas kindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna
Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersipat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Orang menciptakan itu pada dasarnya mencontoh keindahan yang di anugrahkan Tuhan pada umatnya. Namun demikian orang yang mencontoh keindahan alam belum tentu menghasilkan keindahan. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah , sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Daya tidak pernah ada dan tidak akan bertambah sipat indah itu adalah universal, tidak terkait dengan selera seseorang waktu dan tempat dimanapun kapanpun mempunyai sipat yang sama dalam menghadapi sesuatu yang indah, yaitu sukap yang simpati dan empati
Segala sesuatu yang yang mempunyai sipat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya.
Dalam bahasa Latin, keindahan diterjemahkan dari kata “belum”Akar katanya adalam “benum” yang berarti kebaikan. Dalam bahasa Inggris menjadi kata “beatiful”, Prancis “beao” sedangkan Italy dan Spanyol”beloo”
Dalam arti luas meliputi kindahan hasil seni, alam, moral dan intelektual. Dan dalam arti estetik mencangkup pengalaman estetik seseorang dalam hubunganya dengan hubunganya dengan segala sesuatu yang di serapnnya. Sedangkan dalam arti terbatas kindahan sangat berkaitan dengan keindahan bentuk dan warna
Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersipat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Orang menciptakan itu pada dasarnya mencontoh keindahan yang di anugrahkan Tuhan pada umatnya. Namun demikian orang yang mencontoh keindahan alam belum tentu menghasilkan keindahan. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah , sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Daya tidak pernah ada dan tidak akan bertambah sipat indah itu adalah universal, tidak terkait dengan selera seseorang waktu dan tempat dimanapun kapanpun mempunyai sipat yang sama dalam menghadapi sesuatu yang indah, yaitu sukap yang simpati dan empati
Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau
memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :
Teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah
suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan
apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh
teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952)
Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan)
expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif
yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang
menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian
pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya
images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti
menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.
Pengalamam estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran
angan-angan. Seorang tokoh lainnya adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa
kegiatan seni aalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yagn
seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan
perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan
dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami
perasaan yang sama.
Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang
tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas
estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato
mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan
metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi
sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang
merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat
manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
Teori Psikologis
hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan
metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan
bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah
sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk
terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.
Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller
(1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni
adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri
seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap
kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi
yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory)
memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.
Keserasian
Keserasian adalah perpaduan, pertentangan, ukuran, seimbang. Terdapat 2 teori keserasian:
- Teori subjektif: ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tak ada
- Teori objektif: ciri-ciri yang mencipta nilai estetik
Teori Perimbangan
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa kuno dahulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan kata-kata.
Daftar pustaka
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/2-6-%E2%80%A2-3-wujud-kebudayaan-menurut-dimensi-wujudnya/
Langganan:
Postingan (Atom)
